Beneran Cari Teori Bisnis? Pahami Dulu Kurva Belajar Usaha Sendiri

By on August 4, 2017
Teori Bisnis Belajar Usaha Sendiri

Buat Anda yang baru seneng-senengnya cari teori bisnis, silahkan Anda baca topik belajar usaha sendiri yang satu ini… ” Sifat Kurva Belajar “. Terdengar aneh ya? Sifat kurva belajar… Teori bisnis apalagi ini? Well, kalau bisa saya memaksa Anda, Read It !! Bacalah…

Walaupun teori bisnis ini mungkin terlihat bertolak belakang dengan teori belajar usaha sendiri yang Anda dapatkan di buku-buku sekolah bisnis resmi atau lembaga-lembaga ” resmi “, tapi percayalah… Saya sudah merasakan kebenaran dari teori bisnis belajar usaha sendiri yang satu ini.

Bisa saya mulai? Seperti ini… sebuah pembelajaran atau tindakan atau kejadian bisa digambarkan ke dalam sebuah kurva. Begitu juga dengan bisnis. Saat Anda baru memulai belajar usaha sendiri, kurva Anda akan terbentuk dengan sendirinya.

Sayangnya, sebagian besar orang tidak paham seperti apa kurva tersebut. Atau lebih tepatnya… tidak peduli. Padahal, penting bagi Anda untuk mengetahui seperti apa kurva belajar itu. Nah, ketika orang berbicara kurva belajar, banyak orang yang menggambarkan grafik yang tampak seperti di bawah ini :

Teori Bisnis Tentang Kurva Belajar

Jadi yang namanya kurva belajar menurut kebanyakan orang akan meningkat seiring dengan waktu dan pengalaman seperti gambar di atas. Semakin bertambahnya waktu dalam belajar, semakin banyak pengalaman dan semakin meningkat pembelajarannya. Sepintas terlihat benar, iya kan?

Apakah Anda juga berpikiran yang sama dengan gambar di atas? Tetapi apakah benar seperti itu? Well, sifat kurva belajar di atas benar… tetapi bagi kebanyakan orang. Untuk Anda yang mencari teori bisnis yang benar, kurva belajar usaha tersebut tidak benar. Kurva belajar usaha sendiri yang benar adalah kurva belajar emosional seperti gambar di bawah ini :

Kurva Belajar Usaha Sendiri Burung Terbang

Ya… kurva belajar yang mirip dengan seekor anak burung belajar terbang untuk yang pertama kali keluar dari sarangnya. Mula-mula anak burung tersebut turun sebelum mengarah ke atas lagi. Seperti itulah kurva belajar bisnis nyata yang harus Anda pahami, bukan kurva yang pertama.

Saat Anda memutuskan untuk memulai membangun bisnis, Mau tidak mau Anda akan ” turun ” dahulu ke bawah. Anda akan mengalami banyak kegagalan dan kerugian yang akan mengakibatkan kecewa, menangis bahkan frustasi. Dan seperti itulah sebenarnya bisnis.

Problemnya adalah, banyak orang yang ingin belajar usaha sendiri ( baca : ingin terjun di dunia bisnis ) tidak mau mengalami ” turunnya perasaan ” sebelum mereka merasakan ” kegembiraan terbang “. Mereka lebih senang dengan ” kurva yang pertama “, terus ke atas.

Sehingga pada saat terjun ke dunia bisnis, mental entrepreneur mereka tidak siap. Begitu mengalami kegagalan, mereka akhirnya berhenti… Seperti anak burung yang belajar terbang tadi. Ada yang bisa terus terbang ke atas, tetapi ada yang turun kemudian jatuh dan tidak terbang-terbang lagi.

Yang tidak terbang-terbang lagi inilah yang sering terjadi. Kebanyakan orang tidak sukses dalam hidup mereka karena mereka tidak mau melewati periode turun ke bawah. Sekolah mengajarkan bahwa kegagalan itu buruk yang akan menyebabkan orang terus berada di kuadran E dan S.

Padahal jika Anda memahami kurva belajar yang kedua, Anda hanya butuh untuk ” mengepakkan sayap kembali ” untuk terbang ke atas saat Anda sedang turun ke bawah. Karena secara alamiah, ya seperti itulah kurva membangun bisnis… jatuh duluan.


So, kesimpulannya adalah jika Anda mencari teori bisnis yang paling pas untuk memulai belajar usaha sendiri, pahami dan resapi kurva belajar bisnis seperti anak burung yang baru belajar terbang di atas. InsyaAllah, Anda akan mampu mengatasi kegagalan-kegagalan bisnis Anda… Sukses selalu.

( sumber gambar artikel teori bisnis, teori usaha, belajar usaha sendiri, belajar mempunyai usaha sendiri, belajar wirausaha sendiri: Pixabay.com )

Artikel Sebelumnya

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan.So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya.Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 5 =