3 Cara Bagaimana Mengarahkan Pegawai Anda Agar Bekerja Maksimal
Pada artikel saya yang telah lalu, telah saya bahas bahwa salah satu fungsi manajemen adalah pengarahan. Sekarang, saya akan bahas apa maksud dari pengarahan atau manajemen pegawai itu sendiri beserta jenis dan macamnya yang bisa anda terapkan buat manajemen sdm anda.
Pengarahan dalam ilmu manajemen merupakan aspek hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya secara efektif dan efisien untuk mencapai sebuah tujuan.
Wah, panjang kali definisinya ya. Biasalah, bahasa kuliahan. Jadi saya nggak bisa merubah seenaknya. Ntar dimarahin dosen manajemen adik ipar saya, ha..ha..ha.. Tapi inti tujuan dari pengarahan adalah, bagaimana caranya agar pegawai anda paham dan mau melaksanakan tugas yang anda berikan dengan sepenuh hati dan hasilnya, memuaskan anda. Kira-kira begitulah…
Jenisnya, ada 3 buah. Pertama adalah orientasi, kedua adalah perintah dan ketiga adalah delegasi wewenang. Saya akan bahas satu persatu.
1. Orientasi
Adalah cara pengarahan dengan memberikan informasi yang perlu agar kegiatan usaha anda dapat dilaksanakan dengan baik. Biasanya orientasi ini anda lakukan kepada pegawai baru dengan tujuan untuk memberikan pengenalan dan pengertian tentang masalah yang terjadi di perusahaan anda.
Tapi orientasi bisa juga anda terapkan untuk pegawai lama yang kadang-kadang lupa atau tidak selalu ingat. Tujunnya adalah agar mereka selalu memahami peranannya. Disetrum dikit lah biar ingat…
2. Perintah
Ini yang paling umum anda lakukan sebagai seorang pimpinan perusahaan. Definisi perintah adalah permintaan dari pimpinan kepada orang yang berada di bawahnya untuk melakukan atau mengulang suatu kegiatan tertentu pada keadaan tertentu. Macamnya :
- Perintah Umum dan Khusus
Perintah umum mempunyai sifat luas, sedangkan perintah khusus bersifat mendetail. Penggunaan perintah ini tergantung kepada preferensi anda, kemampuan untuk meramalkan keadaan serta tanggapan yang diberikan oleh karyawan anda. - Perintah Lisan dan Tertulis
Untuk yang ini, harus anda sesuaikan dengan kemampuan pegawai atau bawahan anda. Contohnya seperti ini. Jika anda mempunyai tugas yang sedikit rumit dan perlu pemahaman yang agak lama, anda gunakan perintah tertulis. Perintah tertulis bisa menghindari adanya salah tafsir. Tapi jika anda sedang dalam keadaan mendesak, perintah lisan akan lebih cepat anda berikan walaupun mengandung resiko lebih besar. Jadi, perintah lisan hanya anda berikan untuk tugas-tugas yang relatif mudah. Prakteknya jangan kebalik lho… - Perintah Formal dan Informal
Perintah formal adalah perintah yang anda berikan kepada pegawai atau bawahan anda sesuai dengan tugas yang telah anda tetapkan dalam organisasi usaha anda. Sedangkan perintah informal lebih banyak mengandung saran atau dapat pula berupa bujukan dan ajakan. Jadi anda harus pintar-pintar perintah mana yang akan anda gunakan. Salah-salah bisa berabe ntar. Pegawai anda cabut karena merasa perusahaan anda adalah perusahaan militer.
3. Delegasi Wewenang
Pendelegasian wewenang lebih bersifat umum jika dibandingkan dengan pemberian perintah. Dengan pendelegasian wewenang ini, anda melimpahkan sebagian dari wewenang yang anda miliki kepada bawahan anda. Misalnya anda punya usaha bandeng presto. Anda mempunyai seorang manager tim penjualan yang salah satu tugasnya adalah mengadakan perjanjian jual beli dengan pembeli besar.
Dengan wewenang yang kurang jelas, manager tersebut akan bolak-balik menanyakan kepada anda, dan jawabannya belum tentu memuaskan. Repot kan? Anda bisa atasi hal ini dengan membuat bagan wewenang untuk menyetujui perjanjian.
Ternyata masalah pengarahan pegawai saja ada rumusnya ya? Tapi santai saja, semuanya fleksibel kok. Yang penting tujuan perusahaan anda dapat dilaksanakan sekuat tenaga oleh pegawai anda.
Hanya saja satu hal yang perlu anda pahami. Sebaik-baik anda memanajemen pegawai anda, anda harus punya sumber daya manusia yang hebat. Maksud saya, percuma anda punya metode pengarahan yang super ganas tapi pegawai anda nggak “kredibel”.
Jadi, pilihlah pegawai yang benar-benar mumpuni. Anda bisa baca artikel saya tentang tips bagaimana memilih karyawan yang berprestasi. Ok, sekian pembahasan tentang manajemen kinerja pegawai. Ada yang mau berkomentar? Nggak usah sungkan-sungkan, monggo…
(sumber gambar : eworld-indonesia.com)
Incoming search terms for the article:
pengarahan dalam manajemen, manajemen karyawan, pengertian pengarahan manajemen, definisi mengarahkan, manajemen pegawai, pengarahan MSDM, Cara manajemen karyawan, definisi perintah, cara mengarahkan bawahan, pengarahan karyawanRelated posts:
- 6 Model Manajemen Organisasi Bisnis, Simpel dan Cocok Buat Usaha Anda!
- Tips Bisnis Untuk Anda : Kapan Perlu Agensi dan Bagaimana Cara Memilihnya
- Anda Harus Tahu Apa Itu Arti, Fungsi dan Jenjang Manajemen!
- Biasakan Menghitung Titik Impas Agar Usaha Anda Aman
- Strategi Cara Bagaimana Meningkatkan Penjualan Anda Hingga 31.500%



Ilmu nya bagus sekali. Layak untuk dipelajari dan diterapkan dalam sehari-hari. Thanks again.
mangstabb
Leave Your Response!
3 Cara Bagaimana Mengarahkan Pegawai Anda Agar Bekerja Maksimal
3 Cara Bagaimana Mengarahkan Pegawai Anda Agar Bekerja Maksimal
Facebook Like Box
Hosting Murah
Kategori Artikel
Blogroll
Support
Page Rank
Alexa Rank
Histats
Tag Cloud
artikel motivasi artikel motivasi bisnis belajar bisnis internet belajar bisnis online bisnis baru bisnis internet bisnis online bisnis sampingan bisnis waralaba blog motivasi bisnis franchise murah info bisnis info bisnis terbaru info franchise info waralaba kata-kata motivasi kiat kiat bisnis kiat memulai bisnis kiat sukses bisnis memasarkan produk membangun bisnis memulai bisnis baru motivasi bisnis peluang bisnis internet peluang bisnis modal kecil peluang bisnis online peluang usaha modal kecil peluang usaha waralaba pemasaran produk perilaku konsumen promosi produk riset pasar strategi pemasaran teknik penjualan teknik promosi produk teori konsumen tips bisnis tips bisnis sukses tips memilih franchise tips memilih franchisor tips memilih waralaba tips trik bisnis usaha sampingan usaha waralaba waralaba indonesia