Don't Miss

Tips dan Simulasi Peluang Usaha Cutting Sticker Sepeda Motor

By on May 23, 2010

Setiap akhir pekan, jalan-jalan kota Jogja selalu sesak dengan lalu lalang motor. Terutama malam minggu. Saya paling nggak nyaman dengan keadaan seperti ini. Padahal dulu Jogja tidak sepadat sekarang, setidaknya dibandingkan dengan 10 tahun terakhir ini.

Saking bencinya dengan kemacetan di jalan-jalan besar kota Jogja, membuat saya punya ide untuk kembali membahas peluang usaha yang berhubungan dengan sepeda motor… (lho, apa hubungannya ya?)

Setelah membahas usaha taxi motor dan pelatihan bengkel motor, kali ini saya akan bahas usaha cutting sticker sepeda motor. Memang enak usaha yang ada hubungannya dengan sepeda motor. Tambah hari tambah terus jumlah motornya. Jadi kesempatan buat bangun usaha yang ada kaitannya dengan sepeda motor makin besar.

Langsung saja, saya akan kasih 7 tips inti jika anda tertarik untuk menangkap peluang usaha cutting sticker sepeda motor ini. Tips ini saya dapat dari mas Devan, moderator forum kafegaul sub bidang bisnis dan investasi.

  1. Anda harus jago mendesain dan menggambar.
    Kalau anda nggak jago, anda harus punya pegawai yang jago mendesain dan menggambar. Pilihan yang kedua ini yang lebih saya rekomendasikan.
  2. Mempersiapkan tempat usaha yang layak.
    Ada baiknya anda memilih lokasi yang strategis. Terutama yang ramai dilalui kendaraan bermotor. Kalau bisa cari lokasi yang belum ada pemain lainnya. Lokasi yang ramai mempercepat proses pengenalan gerai usaha cutting sticker motor-nya. Kemudian pasang besar-besar papan reklame cutting stiker yang bisa dilihat orang.
  3. Ruang usaha yang diperlukan untuk usaha pembuatan ini nggak besar-besar amat.
    Anda hanya perlu menempati ruang usaha satu lantai berukuran 3m x 4m atau sekitar 5m x 10m. Ruang usaha tersebut anda bagi menjadi dua, yaitu ruang pelayanan dan ruang produksi.
  4. Menyiapkan bahan baku.
    Ini ada kaitannya dengan proses pengerjaan stiker. Bahan baku utamanya stiker polos. Selebihnya sticker berwarna. Cukup mudah jika anda ingin mendapatkan bahan stiker ini. Anda bisa membelinya dengan menghubungi para dealer merek-merek stiker ternama, seperti 3M, Aslan, Oracal, Kiwalite, dan lain-lain.
  5. Membeli komputer canggih.
    Kamoputer yang anda beli harus sanggup mengoperasikan program-program desain semacam Freehand, Coreldraw, Adobe, serta program cutting sticker semacam Art Cut dan Casmate. Harganya sekitar 5-6 jutaan.
  6. Membeli alat pemotong stiker (sticker cutting machine).
    Fungsi alat ini adalah untuk memotong stiker sesuai dengan apa yang telah dibentuk di komputer. Harga alat ini lumayan mahal, yaitu antara Rp 15 juta hingga Rp 40 juta per buah, tergantung dari jenis dan mereknya.
  7. Membeli perlengkapan penunjang kerja usaha cutting sticker motor.
    Misalnya, kamera digital, scanner, mesin pencetak (printer), hingga perkakas cutting sticker semisal gunting, pinset, selotip transparan, dan lain-lain. Semua alat ini diperlukan sebagai penunjang untuk bekerja dan berkreasi.

Yang perlu anda perhatikan adalah, usia bisnis ini kemungkinan bisa bertahan hingga lima tahun ke depan (ini kata mas Devan lho, ane mah kagak tahu menahu :)). Memang tidak terlalu lama.

Pasalnya sekarang sudah muncul pesaing serius yang mengancam pasar cutting sticker. Mereka tak lain adalah usaha percetakan digital (digital printing), dan yang bermain adalah para pemodal yang lumayan besar.

Sekarang kita lanjut ke simulasinya…

Investasi
Alat Pemotong : 3 x @Rp. 20.000.000,00 = Rp. 60.000.000,00
Komputer Desain : 3 x @Rp. 5.000.000,00 = Rp. 15.000.000,00
Kamera Digital, Scanner, Printer = Rp. 7.500.000,00
Meja Gambar = Rp. 2.500.000,00
Total Investasi = Rp. 85.000.000,00

Pemasukan
Jasa Cutting Sticker : 2 motor x Rp. 250.000,00 x 30 hari = Rp. 15.000.000,00
Jasa Desain Gambar = Rp. 2.500.000,00
Total Pemasukan = Rp. 17.500.000,00

Pengeluaran
Sewa Ruangan = Rp. 1.600.000,00
Belanja 5 Rol Sticker = Rp. 5.000.000,00
Belanja Perekat Sticker 4 Rol = Rp. 230.000,00
Gaji Pegawai 5 0rang = Rp. 3.750.000,00
Pembuatan Brosur = Rp. 1.250.000,00
Biaya Telepon dan Listrik = Rp. 800.000,00
Total Pengeluaran = Rp. 12.630.000,00

Keuntungan
Laba Bersih : Rp. 17.500.000,00 – Rp. 12.630.000,00 = Rp. 4.870.000,00

Balik Modal
Rp. 85.000.000,00 : Rp. 4.870.000,00 = 17,46 bulan

(sumber gambar : ronita-dp.com)

About Om Nip-Nip

Tiada gading yang tak retak…begitu pula dengan saya, tidaklah sempurna pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan. Saya hanya men-sharing-kan apa yang saya lakukan. So, jika anda mempunyai ilmu dan pengalaman bisnis yang bermanfaat, sekali lagi, silahkan tulis komentar Anda. Saya akan dengan senang hati saya menerimanya. Karena ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat itu dilihat bukan dari siapa yang mengatakan, tapi dari apa yang ia katakan.

13 Comments

  1. muim

    May 16, 2013 at 00:42

    Siiiip ??ä?? ?öü infonya sangat bermanfaat

  2. iklancs

    September 12, 2014 at 16:17

    info yang bermanfaat sangat berguna sekali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>